Mukjizat Cinta
Bulan September waktu itu, ketika aku begitu dekat dengan wanita itu, wanita bernama Tiwi, pratiwi Zakhrotuni tepatnya. aku juga telah begitu dekat dengan dia, tapi tidak disini, tidak di alam ini tapi di alam mimpi. Oleh karena itu, begitu aku dekat dengan dia maka aku berusaha untuk menyampaikan apa yang aku rasa dan apa yang aku alami di alam itu, tapi terlalu susah untukku mengutarakan semua itu, aku tidak ingin kedekatan ini akan berubah jika aku mengatakannya. Sudah lama ya, kita tidak melihat bintang-bintang?" kata Tiwi sambil melihat ke arah angkasa. Ke arah langit gelap yang dipenuhi bintang. Menatap bintang-bintang. Juga menatap rembulan. "Ah, tidak juga," jawabku santai. "Sudah lama!" "Tidak juga." Aku perhatikan Tiwi sejak tadi. Ia terus menerus menatap ke arah langit. Menatap bintang-bintang dan bulan. Menikmati keindahan malam. Menikmati keindahan ciptaan Tuhan. "Eh, sudah lama ya kita tidak melihat bintang-bintang?" tanya Tiwi...