Cintanya Allah Kepada Wanita


"Keistimewaan yang Allah SWT. berikan kepada wanita terlalu banyak" dan "Cintanya Allah SWT. kepada wanita!" Inilah kata-kata yang paling mudah digunakan untuk menggambarkan 'layanan' istimewa terhadap wanita dalam Islam.

Sesungguhnya, tidak akan ada ajaran, ideologi, isme lain yang dapat menghormati wanita dengan sebegitu baik seperti Islam menghormati wanitanya. Malah, kalau digabungkan semua wanita yang cerdik pandai, berharta dan berkuasa di seluruh dunia ini untuk menambah hak dan pengiktirafan buat mereka, mereka pasti tidak akan mencapai taraf kemuliaan serta layanan baik yang Allah SWT. SWT tawarkan buat seorang wanita di dalam Islam.

Namun, umumnya wanita tidak memahami hal ini. Lantaran itu kebanyakan mereka tertipu oleh nafsu sendiri dan merasa terkungkung dengan amalan atau larangan tertentu yang digunakan ke atas wanita Islam seperti amalan menutup aurat, larangan bergaul bebas, poligami, larangan wanita menjadi pemimpin dan lain-lain lagi. Mereka cukup takut dan khawatir dengan semua itu yang dianggap sangat menindas wanita. Padahal jika dikaji setiap satu larangan itu, mudah saja untuk melihat hikmah dan kebaikannya kepada kaum wanita itu sendiri.

Lalu kita melihat apa yang diperjuangkan oleh pejuang-pejuang hak wanita ialah mereka tidak mau ada larangan dikenakan ke atas mereka. Sedangkan manusia sendiri banyak membuat peraturan-peraturan serta larangan itu dan ini, atas alasan hendak menjaga keselamatan diri atau masyarakat. Contohnya, dalam soal lalu-lintas, terlalu banyak peraturan dan larangan yang dibuat oleh manusia seperti jangan menyetir melebihi batas kecepatan, tidak boleh parkir sembarangan, harus berhenti jika ada isyarat lampu merah, mesti hidupkan lampu selepas pukul 6 malam dan masih banyak lagi. Kalau dalam bidang sekecil ini pun perlu banyak peraturan dan larangan, sudah tentulah dalam bidang kehidupan  lebih memerlukan lagi, dan terlebih lagi kalau ruang lingkupnya itu jauh lebih luas yaitu untuk keselamatan dunia dan Akhirat.

Allah SWT. sebenarnya sangat kasih dan memuliakan kaum wanita. Segala perintah dan larangan yang Allah SWT. kenakan ke atas kaum wanita tidak lain dan tidak bukan ialah untuk memastikan keselamatan dirinya dan masyarakat dan sekali-kali bukan untuk menyusahkan mereka. Tetapi, atas alasan apa dakwaan ini dibuat? Mari kita lihat satu persatu apa saja yang telah diberikan oleh Allah SWT. kepada wanita, yaitu:

1) Title bagi `isteri' di dalam Al Quran. 

Perkataan yang Allah SWT. SWT gunakan di dalam Al Quran untuk menunjukkan suami atau isteri adalah kata yang sama, sedangkan dalam bahasa-bahasa lain, kata untuk suami dan kata untuk isteri menggunakan dua kata yang berbeda. Misalnya, dalam bahasa Inggris, kata untuk suami ialah `husband' dan kata untuk isteri ialah `wife'. Sementara dalam bahasa Perancis, kata untuk suami ialah `mari' dan kata `femme' untuk isteri.

Tetapi di dalam Al Quran, suami dan isteri tidak disebut dalam dua kata yang berbeda `zaujuh' dan `zaujati'. Hanya satu kata yang digunakan untuk kedua-duanya yaitu `zaujuh' yang bermakna `pasangan'. Islam melihat suami dan isteri adalah pasangan, penutup dan juga pelindung buat yang lain. Mereka dilihat sebagai sepasang, bukan terpisah.

Sudah tentu itu berarti kaum lelaki di dalam Islam tidak dianggap lebih mulia daripada kaum wanitanya. Apabila kita mengatakan sepasang kaca mata, sepasang kaos kaki atau sepasang sepatu, tentulah kita menganggap mereka setara dan tidak dapat dipisahkan di antara satu sama lain. Dan sudah tentu kita tidak menganggap sepatu kanan lebih hebat daripada sepatu kiri atau kaca matakanan lebih baik daripada kaca mata kiri.

Begitulah perumpamaan sepasang suami isteri di dalam Islam seperti yang tercatat di dalam Al Quran.

Namun, gelaran zaujuh ini hanya diberikan kepada isteri yang beriman. Bagi isteri yang tidak beriman, mereka tidak disebut zaujuh. Contohnya, isteri Nabi Lut dan isteri Nabi Nuh. Di dalam Al Quran, mereka disebut 'imraah', karena isteri seperti itu tidak dianggap pelengkap, pelindung atau penutup kepada suaminya.

2) Pembelaan Nabi Muhammad SAW terhadap wanita menunjukkan betapa wanita itu dimuliakan di dalam Islam. Antaranya:

a. "Syurga di bawah kaki ibu." Apakah wanita tidak merasa mulia dengan Hadis ini? Mengapa Rasulullah SAW memilih perkataan "di bawah kaki" dan bukan "di dalam tangan" atau "di sisi" seorang ibu? Sudah tentu ini sangat menggambarkan mulianya seorang wanita di dalam Islam. Seorang yang faham tentu akan sangat memandang mulia, menghormati, membela serta berlumba-lumba untuk berkhidmat dan meng'hamba'kan diri kepada ibunya (dengan syarat segala yang dibuat itu tidak melanggar syariat). Tidakkah beruntung menjadi seorang ibu di dalam Islam? Dia tidak akan terabaikan dan dipinggirkan, malah akan senantiasa dibela, dihormati dan dimuliakan oleh anak-anaknya.

b. "Orang yang paling baik dari antara kamu itu ialah yang paling baik kepada isi rumahnya, dan aku ini orang yang paling baik dari antara kamu kepada isi rumahku."

c. "Tidak akan memuliakan perempuan-perempuan melainkan orang yang mulia, dan tidak menghina akan perempuan-perempuan melainkan orang yang hina."(Hadis riwayat Ibnu `Asakir)

d. "Bergaullah kamu dengan isteri-isteri kamu dengan cara yang sopan. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah SWT. menjadikan padanya kebaikan yang banyak."

e. "Janganlah seorang mukmin lelaki membenci kepada seorang (isterinya) , karena walaupun ada satu perangainya yang lelaki itu tidak suka, tetapi (tentu) ada lain perangainya yang ia suka."(Hadis riwayat Ahmad dan Muslim)

Demikianlah hak-hak istimewa seorang wanita yang diberi oleh Islam. Dalam satu masyarakat yang bertaqwa, kaum wanita tidak perlu bimbang dan khawatir mereka akan dilecehkan, dipermainkan atau dikotak-katikkan oleh kaum lelaki, sebaliknya mereka boleh yakin bahwa pihak lelaki akan senantiasa melindungi, menasihati, menegur dan membimbing mereka dengan ikhlas.

3) Bagian Tubuh Wanita Dianugerahkan Nama yang Mulia

Dalam tubuh wanita, ada satu bagian yang diberi nama yang begitu mulia, yaitu rahim. Perkataan ini diambil dari nama Allah SWT., yang berarti `Maha Penyayang'. Sudah tentulah Allah SWT. tidak akan memberikan nama yang semulia ini kepada sesuatu yang hina di sisi- Nya.

Sudah tentu Allah SWT. akan memilih sesuatu yang mulia juga untuk dianugerahkan nama yang begitu mulia. Allah SWT. tidak berikan nama yang semulia ini kepada bagian tubuh anapun pada lelaki, tetapi Dia memberikannya kepada bagian tubuh wanita. Rahim inilah yang merupakan penghubung kepada makhluk. Di dalam rahimlah, wanita menjaga ciptaan Allah SWT. dan memberi makan kepada apa yang Allah SWT. ciptakan.

Kaum wanita sepatutnya merasa sangat malu kepada Allah SWT. karena memberi penghargaan yang begitu tinggi kepada mereka. Siapa yang mau mengabaikan kepentingan rahim untuk kelanjutan kehidupan manusia? Anugerah rahim kepada wanita sebenarnya sudah cukup untuk membuktikan betapa mulianya wanita di sisi Allah SWT..

4) Diberi Pahala yang tanpa akhir

Wanita disebut `kurang dari soal agama', tetapi ini bukan maksudnya wanita itu kurang dari sudut iman dan taqwanya. Mereka cuma kurang waktu sembahyangnya (sholat), yakni ketika datang haid dan nifas. Namun, jika di waktu-waktu lain mereka senantiasa sholat, maka sepanjang waktu haid dan nifas itu, Allah SWT. tetap memberikan juga pahala sembahyangnya (sholat) jika mereka dapat bersabar dengan keadaannya yang tidak suci itu.

Bayangkan seorang wanita yang baru melahirkan anak. Sudah dihapuskan dosa-dosanya seperti seorang bayi yang baru lahir, diberikan pula pahala sembahyang (sholat) yang ditinggalkan sepanjang dia dalam keadaan nifas. Dan kalau dia bersabar menyusui, memelihara dan merawat anaknya, makin berlimpah pahala yang Allah SWT. sediakan untuknya.

Wow! Maha Pemurahnya Allah SWT. kepada wanita. Maha Baiknya Allah SWT. kepada golongan yang sering dianggap lemah dan terpinggir ini! Kalaulah wanita-wanita pejuang hak asasi itu tahu begitu besar ganjaran-ganjaran yang Allah SWT. berikan kepada wanita (mukminah), pastilah mereka akan meninggalkan perjuangan mereka. Tidak ada lagi hak yang perlu diperjuangkan oleh seorang wanita. Yang Allah SWT. tawarkan itu pun sudah terlampau banyak.


From : Muhammad Suyatna <cyanrq@yahoo.com>
To: krl-mania@yahoogroups.com



Posting Komentar

0 Komentar